PERSINAS ASAD

Pesilat ASAD Syafril Lolos Timnas, Siap Tatap Kejuaraan Dunia Pencak Silat Mendatang

JAKARTA — Pesilat PERSINAS ASAD, M. Syafril Asad Habibulloh, berhasil lolos Seleksi Nasional (Seleknas) Tim Nasional Pencak Silat Indonesia yang digelar di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, 29-30 Agustus 2026.

Syafril menjadi satu-satunya pesilat PERSINAS ASAD yang berhasil mengamankan tiket tim nasional dalam seleksi tersebut. Sementara itu, rekannya, Khoirudin Mustakim, belum berhasil lolos pada Seleknas kali ini.

Hasil tersebut sekaligus membuka peluang Syafril untuk kembali memperkuat Indonesia di ajang World Pencak Silat Championship. Bagi Syafril, keberhasilan ini menjadi capaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi pengingat bahwa masih ada sejumlah evaluasi yang harus dilakukan.

“Alhamdulillah untuk hasil hari ini tetap selalu disyukuri. Meskipun banyak sekali evaluasi yang harus dipelajari, banyak PR, dan strategi-strategi bertanding,” ujar Syafril seusai pertandingan.

Syafril mengaku akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk terus memperbaiki performa. Evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap penampilannya saat bertanding, tetapi juga persiapan secara menyeluruh menghadapi persaingan di level internasional.

Ini bukan kali pertama Syafril mendapat kesempatan membela Indonesia. Ia sebelumnya juga pernah memperkuat Merah Putih di ajang World Pencak Silat Championship.

Menurut Syafril, dukungan orang tua, pelatih, dan pengurus PERSINAS ASAD menjadi bagian penting dalam perjalanan prestasinya. Ia secara khusus menyebut peran Eka Yulianto yang selama ini memberikan dukungan dalam proses pembinaannya.

“Dari PERSINAS ASAD ada Mas Eka sebagai pelatih yang selalu memberikan dukungan, baik berupa materi, ilmu, hingga pengalamannya yang luar biasa untuk saya,” katanya.

Ketua Bidang Prestasi PB PERSINAS ASAD, Eka Yulianto, menilai penampilan para pesilatnya dalam Seleknas menunjukkan perkembangan positif. Dari sisi fisik, teknik, maupun mental, para pesilat dinilai telah mengalami peningkatan.

Meski demikian, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang perlu segera dibenahi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah konsentrasi pesilat ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir.

“Sangat terlihat sekali progresnya, pesilat bermain bagus dan mentalnya terlihat. Teknik juga di atas rata-rata. Tapi, evaluasi utama kami adalah kurangnya konsentrasi di menit-menit akhir, di mana pesilat kita masih sering ceroboh. Ini poin penting untuk dibenahi ke depannya,” ujar Eka.

Menurutnya, Seleknas menjadi salah satu tolok ukur untuk melihat sejauh mana hasil pembinaan PERSINAS ASAD selama ini. Karena itu, hasil seleksi tidak hanya dilihat dari siapa yang lolos, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas program pembinaan.

Ke depan, PB PERSINAS ASAD akan mengevaluasi program latihan agar performa para pesilat lebih konsisten saat bertanding. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya pelatih, juga menjadi perhatian.

“Kami sangat optimis dengan pembinaan yang lebih terarah, pesilat-pesilat ASAD bisa makin kompetitif dan berhasil di level nasional maupun internasional,” kata Eka.

Dengan lolosnya Syafril ke tim nasional, PERSINAS ASAD kembali memiliki wakil yang berpeluang membawa nama Indonesia di panggung pencak silat dunia. Hasil Seleknas ini sekaligus menjadi momentum bagi perguruan untuk terus memperkuat pembinaan dari aspek fisik, teknik, mental, dan strategi pertandingan.