PERSINAS ASAD

Sekum PB ASAD Pimpin IPSI Wonogiri, Fokus Cetak Pesilat Berprestasi Berkelanjutan

Jawa Tengah (17/04) – Musyawarah Kabupaten Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Wonogiri periode 2026–2030 sukses digelar pada Jumat (17/4/2026) di Alami Sayang, Ngadirojo, Wonogiri. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi sekaligus memperkuat pembinaan pencak silat di daerah.

Mengusung tema “Satu Tekad Bersinergi Memajukan Pencak Silat Wonogiri”, kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ketua KONI Wonogiri Drs. Sungkono, MM, Ketua IPSI Wonogiri Weda Hendragiri, serta Wakil Ketua Umum IPSI Jawa Tengah H. Sutiyono, M.Pd. Hadir pula pengurus IPSI dan perwakilan dari 16 perguruan pencak silat se-Wonogiri.

Dalam laporan panitia, Bowo Riwoyo, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa musyawarah ini bertujuan memilih ketua IPSI Wonogiri periode 2026–2030 sekaligus memperkuat kebijakan strategis organisasi dalam pembinaan dan pengembangan pencak silat.

Ketua IPSI Wonogiri periode sebelumnya, Weda Hendragiri, yang juga Sekretaris Umum Pengurus Besar PERSINAS ASAD, memaparkan capaian selama masa kepemimpinannya. Ia menyebut pembinaan prestasi dilakukan secara konsisten melalui latihan rutin hingga penyelenggaraan turnamen tahunan.

“Berbagai raihan telah kita capai, di antaranya keberhasilan meloloskan delapan pesilat ke tingkat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Selain itu, peningkatan kualitas wasit dan juri terus dilakukan melalui program pembinaan berkelanjutan,” ujarnya.

Weda juga mengapresiasi dukungan KONI Wonogiri yang dinilai berperan besar dalam keberhasilan program pembinaan pencak silat di daerah.

Sementara itu, Ketua KONI Wonogiri, Sungkono, menilai IPSI Wonogiri telah menunjukkan kinerja positif dengan berbagai capaian prestasi. Ia menyoroti tingginya partisipasi dalam berbagai kejuaraan pencak silat yang mencapai lebih dari seribu peserta.

“Ini langkah strategis dalam membangun olahraga pencak silat di Wonogiri. Kami berharap pengurus baru dapat melanjutkan dan meningkatkan capaian ini, serta mencetak lebih banyak pesilat berprestasi,” katanya.

Musyawarah secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Umum IPSI Jawa Tengah, Sutiyono. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pengurus, perguruan, dan pemerintah daerah dalam memajukan pencak silat, baik sebagai olahraga prestasi maupun warisan budaya bangsa.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat menjadi kunci dalam menciptakan pembinaan berkelanjutan dan melahirkan pesilat-pesilat unggul dari daerah.

Musyawarah ini diharapkan menghasilkan kepengurusan baru yang mampu membawa IPSI Wonogiri semakin maju dan berkontribusi dalam mencetak pesilat berprestasi di tingkat regional maupun nasional.