Tidak Hanya Fisik, Pelatih PERSINAS ASAD Manokwari Ditempa Melalui Pembinaan Spiritual
Papua Barat (24/06) – Pembinaan di lingkungan PERSINAS ASAD Manokwari tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan kemampuan fisik dan teknik bela diri. Organisasi ini juga memberikan perhatian besar terhadap penguatan mental dan spiritual para pelatih sebagai bekal dalam membina para pesilat.
Komitmen tersebut terlihat dalam pertemuan rutin bulanan pelatih ASAD putra dan putri se-Manokwari yang digelar di Masjid Al Mubarok, Selasa (23/6/2026). Kegiatan diikuti para pelatih secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting agar seluruh peserta tetap dapat mengikuti pembinaan meski terkendala jarak.
Materi keagamaan disampaikan oleh Koordinator ASAD Bela Diri, H. Jati Winasis. Ia menjelaskan bahwa dalam ilmu persilatan, latihan tidak hanya berkaitan dengan gerakan fisik, tetapi juga mencakup pembinaan mental dan spiritual.
“Dalam ilmu persilatan, latihan tidak hanya berfokus pada gerakan fisik, namun juga ada istilah silat duduk. Silat duduk adalah pembelajaran tingkat tinggi atau pembekalan mental spiritual,” ujar H. Jati Winasis.
Dalam kesempatan itu, peserta mempelajari hadis yang diriwayatkan Sahabat Anas bin Malik. Hadis tersebut mengajarkan bahwa seseorang yang memiliki rasa takut kepada Allah SWT tidak semestinya merasa takut kepada selain-Nya.
Selain menanamkan nilai keteguhan iman dan ketakwaan, materi juga membahas doa-doa perlindungan yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Anas bin Malik, salah satu sahabat yang dikenal dekat dengan Rasulullah SAW dan telah melayani beliau selama kurang lebih sepuluh tahun.
Ketua Pengkab PERSINAS ASAD Manokwari, AIPDA Ichsan Purnama, turut menghadiri kegiatan tersebut. Kehadirannya menunjukkan dukungan terhadap pembinaan spiritual yang dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk pelatih yang profesional sekaligus berakhlak mulia.
Melalui pembinaan ini, PERSINAS ASAD Manokwari berharap seluruh pelatih memiliki keseimbangan antara kemampuan teknis bela diri, karakter, akhlak, dan keteguhan spiritual. Bekal tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada para pesilat sehingga lahir generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berintegritas.
Kegiatan ditutup oleh Dewan Pembina PERSINAS ASAD Papua Barat, H. Ngatno. Dalam pesannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembinaan jasmani dan rohani sebagai fondasi dalam membentuk insan yang berkarakter, berakhlak mulia, serta bertakwa kepada Allah SWT.
