PERSINAS ASAD

Pesilat Muda PERSINAS ASAD Kibarkan Panji Juara di Kasuari Championship II

Papua Barat (15/07) – PERSINAS ASAD kembali membuktikan keberhasilan pembinaan pesilat usia muda melalui prestasi yang diraih Mahadhica Fahri Sastro Putra Aidit. Pesilat berusia 13 tahun tersebut sukses mengibarkan panji-panji PERSINAS ASAD di podium juara pada ajang Kasuari Championship II Tahun 2026 yang digelar pada Jumat (10/7/2026).

Mahadhica, yang saat ini duduk di kelas VIII SMP Negeri 2 Manokwari, tampil penuh percaya diri dan mampu bersaing dengan para pesilat terbaik di kategori remaja. Keberhasilannya menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga sekaligus menunjukkan bahwa proses regenerasi pesilat di PERSINAS ASAD terus berjalan secara berkesinambungan.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang menjadi tantangan bagi generasi muda, prestasi Mahadhica menjadi bukti bahwa pembinaan karakter, disiplin, dan mental juara melalui pencak silat masih mampu menarik minat anak-anak untuk terus berprestasi.

Ayah Mahadhica, Nur Chasan Aidit yang juga menjabat sebagai Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Manokwari, mengaku bersyukur atas capaian putranya. Menurutnya, PERSINAS ASAD tidak hanya membina kemampuan bela diri, tetapi juga membentuk karakter dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk meraih prestasi.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dan bangga. PERSINAS ASAD telah membantu mendidik putra-putri kami hingga mampu meraih berbagai prestasi yang membanggakan. Semoga prestasi ini terus dipertahankan sehingga dapat membawa harum nama PERSINAS ASAD,” ujar Nur Chasan.

Prestasi Mahadhica juga menunjukkan konsistensi pembinaannya selama beberapa tahun terakhir. Sejumlah gelar yang berhasil diraihnya antara lain:

  • Juara II Bintang Pelajar Championship 2023 kategori Usia Dini.
  • Juara I Lintang Songo Kasuari Cup 2025 kategori Usia Pelajar.
  • Juara III Kejuaraan Hari Pendidikan Nasional 2025.
  • Juara pada Kasuari Championship II Tahun 2026 kategori Remaja.

Rangkaian prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan PERSINAS ASAD mampu melahirkan pesilat muda yang berprestasi secara berjenjang. Tidak hanya mengejar kemenangan di arena pertandingan, pembinaan juga diarahkan untuk membentuk generasi yang disiplin, berkarakter luhur, serta mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Keberhasilan Mahadhica diharapkan menjadi inspirasi bagi pesilat-pesilat muda lainnya untuk terus berlatih dengan sungguh-sungguh, menjaga sportivitas, serta melanjutkan tradisi prestasi PERSINAS ASAD di berbagai kejuaraan tingkat daerah maupun nasional. Regenerasi yang terus berjalan menjadi modal penting bagi PERSINAS ASAD dalam mencetak pesilat-pesilat berprestasi sekaligus melestarikan nilai-nilai luhur pencak silat Indonesia.