ASAD Cetak Prestasi di O2SN Jawa Tengah 2026, Pembinaan Pesilat Muda Terus Diperkuat
Jawa Tengah (04/07) – Pesilat PERSINAS ASAD kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026 Tingkat Provinsi Jawa Tengah cabang olahraga pencak silat. Kejuaraan yang berlangsung di Tennis Indoor GOR Jatidiri, Kota Semarang, pada 1–3 Juli 2026 itu menjadi ajang unjuk kemampuan pesilat terbaik jenjang SD dan SMP dari 30 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
O2SN 2026 dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, S.Pd., M.Eng., serta dihadiri Wakil Ketua Umum VI IPSI Jawa Tengah, Drs. H. Sutiyono, M.Pd. Pada pelaksanaan tahun ini, cabang olahraga pencak silat hanya mempertandingkan kategori tangan kosong untuk jenjang SD dan SMP.
Persaingan berlangsung ketat sejak babak awal. Kualitas para peserta dinilai semakin merata sehingga setiap pertandingan berlangsung kompetitif.
Official PERSINAS ASAD Kota Surakarta, Yoga Yudha Perwira, mengatakan peningkatan kualitas peserta terlihat dibandingkan pelaksanaan O2SN pada tahun sebelumnya.
“Untuk tahun ini persaingan dari jenjang SD sampai SMP sangat merata. Semua peserta bermain dengan bagus. Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini yang dipertandingkan hanya kategori tangan kosong,” ujarnya.
Yoga berharap semakin banyak pesilat PERSINAS ASAD yang mampu menembus O2SN tingkat provinsi pada tahun mendatang melalui pembinaan yang berkesinambungan.
“Harapannya semakin banyak pesilat PERSINAS ASAD yang ikut serta di O2SN Provinsi Jawa Tengah. Terus berlatih dengan rutin, jangan malas berlatih, dan semoga tahun depan jumlah pesilat PERSINAS ASAD yang lolos semakin banyak,” katanya.
Sementara itu, Ketua PERSINAS ASAD Jawa Tengah yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum VI IPSI Jawa Tengah, Drs. H. Sutiyono, M.Pd., mengungkapkan jumlah pesilat PERSINAS ASAD yang berhasil lolos ke O2SN tingkat provinsi tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya terdapat sekitar delapan hingga sepuluh kabupaten/kota yang mengirimkan pesilat PERSINAS ASAD, namun tahun ini hanya tiga kabupaten/kota yang berhasil mengirimkan pesilatnya,” ujarnya.
Menurut Sutiyono, kondisi tersebut menjadi perhatian seluruh pengurus PERSINAS ASAD di Jawa Tengah untuk semakin memperkuat pembinaan pesilat usia dini di masing-masing daerah.
“Kami berharap seluruh pengurus kabupaten dan kota terus meningkatkan pembinaan sejak usia dini agar semakin banyak pesilat PERSINAS ASAD yang mampu mewakili daerahnya pada O2SN tingkat provinsi di tahun-tahun mendatang,” tuturnya.
Meski demikian, PERSINAS ASAD tetap mampu mencatatkan hasil membanggakan. Pada jenjang SD, Alief Agas Pranaja dari Kota Surakarta berhasil meraih prestasi. Sementara pada jenjang SMP, Mohammad Ibram Azmi Putra dari Kabupaten Kendal dan Berlian Balqis Azizah dari Kota Surakarta juga sukses menunjukkan penampilan terbaik.
Adapun hasil kategori SMP putra menempatkan Brilliant Arfan Syaifulloh dari Boyolali sebagai Juara I, Bintang Adira Rafif Arkana dari Klaten sebagai Juara II, dan Haidar Azka Tsaqif dari Banjarnegara sebagai Juara III.
Sementara pada kategori SMP putri, Jovanka Fayza Khanza Purnama dari Klaten meraih Juara I, Berlian Balqis Azizah dari Kota Surakarta menjadi Juara II, sedangkan Juara III diraih Jenny Septya Ningsih dari Cilacap.
Prestasi yang diraih para pesilat PERSINAS ASAD di O2SN 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar PERSINAS ASAD Jawa Tengah untuk terus memperkuat sistem pembinaan sejak usia dini. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak pesilat berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah dan organisasi pada ajang olahraga pelajar maupun kejuaraan pencak silat tingkat nasional.
