ASAD Jambi Gelar Konsolidasi, Tekankan Latihan Ilmu Beladiri dan Sosialisasi Hasil Munas VI
Jambi (03/03) – Pengurus Provinsi (Pengprov) PERSINAS ASAD Jambi menggelar Konsolidasi Organisasi yang berlangsung secara hybrid, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan yang dipusatkan di studio utama Gedung Tri Sukses Boarding School Jambi ini diikuti oleh seluruh pengurus kabupaten/kota se-Provinsi Jambi. Agenda utamanya adalah sosialisasi hasil Musyawarah Nasional (Munas) VI PERSINAS ASAD sekaligus penegasan pentingnya pembinaan Ilmu Seni Beladiri ASAD di tingkat akar rumput.
Acara dibuka secara langsung oleh Dewan Pembina Daerah PERSINAS ASAD Jambi, KH. Ngadiman. Uniknya, pembukaan dilakukan dari studio mini di kediaman beliau di Bahar Utara, Kabupaten Muaro Jambi, memanfaatkan teknologi daring untuk menjangkau seluruh peserta.
Dalam sambutannya, KH. Ngadiman menekankan bahwa keberhasilan organisasi terletak pada pemahaman yang merata terhadap setiap kebijakan pusat. Ia menginstruksikan agar hasil-hasil Munas VI tidak hanya berhenti di tingkat provinsi, tetapi harus disosialisasikan hingga kepengurusan tingkat Kecamatan.
“Saya minta kepada seluruh jajaran, jadikan sosialisasi ini sebagai prioritas. Setiap langkah yang kita ambil di daerah harus selaras dan seirama dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pengurus Besar. Jangan sampai ada informasi yang terputus di tengah jalan,” tegas KH. Ngadiman dalam arahannya.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemaparan teknis oleh Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jambi, H. Wahyudi. Ia memaparkan poin-poin krusial hasil Munas VI, termasuk instruksi mengenai restrukturisasi kepengurusan. Seluruh pengurus kabupaten/kota diberikan tenggat waktu hingga bulan Juni 2026 untuk melakukan penyesuaian struktur organisasi sesuai amanat Munas.
“Tidak boleh ada tumpang tindih kepengurusan. Kita harus rapi secara administrasi. Karena itu, instruksi Munas VI tentang restrukturisasi ini wajib kita tindak lanjuti dengan serius. Saya beri waktu hingga Juni nanti untuk merapikan struktur di masing-masing daerah,” ujar H. Wahyudi di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Kak Wawa ini juga menyoroti aspek teknis pembinaan. Ia menegaskan bahwa esensi dari organisasi PERSINAS ASAD adalah pelestarian dan pengembangan ilmu seni beladiri. Oleh karena itu, ia mewajibkan seluruh warga ASAD untuk rutin menggelar latihan dan melaporkan absensinya hingga ke tingkat Pengurus Besar sebagai bentuk disiplin organisasi.
“Latihan Beladiri adalah jantungnya ASAD. Jangan sampai kita sibuk berorganisasi tapi lupa berlatih. Saya minta setiap pengurus kabupaten/kota untuk mengaktifkan kembali pusat-pusat latihannya. Laporkan rutin absensi ke PB agar pembinaan kita terukur dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut kemudian ditutup Do’a Barokah oleh Anggota Dewan Pembina Daerah PERSINAS ASAD, KH. Nur Hamid Hadi. Dalam tausiyah penutupnya, ia mengingatkan bahwa seni beladiri ASAD bukan hanya tentang fisik, tetapi juga pembentukan akhlak mulia. Ia berharap konsolidasi ini menjadi titik tolak kebangkitan PERSINAS ASAD di Provinsi Jambi.
“Dengan semangat kebersamaan, mari kita jadikan ASAD sebagai wadah untuk membentuk generasi yang tangguh secara fisik dan berakhlakul karimah,” pungkas KH. Nur Hamid Hadi.
