ASAD Kota Palu Pukau Pengunjung Festival FORSGI VII Lewat Atraksi Silat Cilik
Sulawesi Tengah – Puluhan pesilat cilik PERSINAS ASAD Kota Palu memukau pengunjung Festival FORSGI VII Kota Palu melalui atraksi seni bela diri pencak silat di Lapangan Mini Soccer Novega, Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Sabtu (19/9/2026).
Penampilan tersebut menjadi salah satu atraksi yang menarik perhatian dalam festival yang berlangsung meriah. Para pesilat cilik memperagakan jurus tunggal dan ganda dengan gerakan tegas, tangkas, serta penuh nilai estetika.
Mengenakan pakaian khas pencak silat lengkap dengan ikat kepala, para pesilat tampil percaya diri di hadapan penonton dan tamu undangan. Kerapian formasi, ketepatan gerakan, dan kekompakan saat memperagakan jurus mendapat sambutan tepuk tangan dari pengunjung.
Atraksi tersebut dihadirkan sebagai bagian dari pembukaan sekaligus penyemarak Festival FORSGI VII Kota Palu. Selain menjadi ruang untuk mengenalkan pencak silat kepada masyarakat, penampilan para pesilat cilik juga menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa sejak usia dini.
Ketua PERSINAS ASAD Kota Palu, Zein Faturrohman, mengatakan keikutsertaan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam membina talenta usia dini.
“Melalui ajang ini tentunya menjadi pembuktian komitmen kami dalam membina talenta usia dini,” ujar Zein.
Menurutnya, pembinaan sejak usia dini tidak hanya diarahkan untuk membentuk pesilat yang memiliki kemampuan dalam olahraga pencak silat. Lebih dari itu, proses latihan juga diharapkan membentuk pribadi yang disiplin, berani, berakhlak mulia, dan memiliki budi pekerti luhur.
Zein berharap panggung Festival FORSGI VII di Mamboro dapat menjadi pengalaman berharga bagi para pesilat cilik PERSINAS ASAD Kota Palu. Dari proses pembinaan tersebut, diharapkan lahir pesilat berprestasi yang mampu membawa nama Kota Palu di tingkat nasional.
“Harapannya dari sini akan lahir bibit-bibit pesilat berprestasi yang tidak hanya mengharumkan nama Kota Palu di tingkat nasional, tetapi juga tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan budi pekerti luhur,” katanya.
Penampilan para pesilat cilik PERSINAS ASAD tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pencak silat dapat menjadi sarana olahraga, seni, sekaligus pendidikan karakter bagi generasi muda.
