ASAD Lampung Gelar TOT Pelatih Seni, Hadirkan Coach Nunu Nugraha
Lampung – Pengurus Provinsi (Pengprov) PERSINAS ASAD Lampung menggelar kegiatan Training of Trainers (TOT) bagi pelatih seni Tunggal, Ganda, dan Regu (TGR) se-Provinsi Lampung pada 7–9 Juni 2026. Kegiatan berlangsung di Padepokan Pencak Silat PERSINAS ASAD Lampung dan diikuti pelatih seni TGR dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PERSINAS ASAD Lampung dalam meningkatkan kualitas sumber daya pelatih sekaligus memperkuat sistem pembinaan seni TGR di tingkat daerah. Melalui TOT tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan materi, penyegaran teknik, serta penguatan metode kepelatihan yang sesuai dengan perkembangan olahraga pencak silat.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Pengprov PERSINAS ASAD Lampung menghadirkan Coach Nunu Nugraha sebagai narasumber utama. Ia didampingi Abdul Wahid Usman dari PERSINAS ASAD Jawa Barat yang turut memberikan materi dan berbagi pengalaman kepada para peserta.
Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Lampung, Iswahyudi, mengatakan bahwa kegiatan TOT ini bertujuan meningkatkan kompetensi pelatih seni TGR agar mampu menjalankan proses pembinaan secara lebih profesional, terarah, dan sesuai standar yang telah ditetapkan perguruan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kapasitas para pelatih seni TGR sehingga proses pembinaan di daerah dapat berjalan lebih efektif dan menghasilkan pesilat yang berkualitas,” ujar Iswahyudi.
Selain peningkatan kompetensi, kegiatan ini juga menjadi forum untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antar pelatih seni TGR PERSINAS ASAD di seluruh wilayah Lampung. Kesamaan pemahaman dalam metode latihan dan pembinaan dinilai penting untuk menciptakan standar kualitas yang merata di setiap daerah.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai sesi teori dan praktik yang berlangsung interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka dalam menyerap materi serta berdiskusi mengenai tantangan pembinaan seni TGR di daerah masing-masing.
Iswahyudi berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama TOT dapat diterapkan secara optimal dalam proses pembinaan di tingkat kabupaten dan kota. Dengan demikian, kualitas pesilat seni TGR PERSINAS ASAD Lampung dapat terus meningkat dan mampu berprestasi di berbagai ajang kompetisi.
“Kami berharap para pelatih dapat menjadi ujung tombak pembinaan yang melahirkan pesilat-pesilat seni TGR yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik sesuai nilai-nilai PERSINAS ASAD,” tutupnya.
Kegiatan TOT berlangsung dengan lancar, penuh semangat, serta menjadi bukti komitmen bersama untuk terus memajukan pembinaan seni TGR PERSINAS ASAD di Provinsi Lampung.
