ASAD Perkuat Organisasi dan Prestasi di Musprov VI Jawa Timur
Jawa Timur (31/01) – Musyawarah Provinsi (Musprov) VI PERSINAS ASAD Jawa Timur digelar pada Sabtu (31/1/2026) di Gedung Sabilurrasyidin, Jalan Gayungan PTT No. 95, Surabaya. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penentuan arah pembinaan lima tahun ke depan.
Ketua Pengurus Provinsi PERSINAS ASAD Jawa Timur, Prof. Dedid Cahya Happyanto, mengatakan Musprov ke-6 memiliki tiga tujuan utama, yakni mengevaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, menyusun program kerja, serta memilih ketua dan kepengurusan masa bakti 2026–2031.
“Musprov ini menjadi forum tertinggi di tingkat provinsi untuk menentukan arah organisasi ke depan agar semakin profesional dan berprestasi,” ujar Dedid saat ditemui awak media.
Musprov VI mengusung tema Membangun Pesilat Jawa Timur yang Profesional, Berprestasi, Berbudaya, dan Berkarakter Luhur. Tema tersebut dinilai sejalan dengan semangat pembinaan jangka panjang di tubuh ASAD.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar PERSINAS ASAD, Marsma TNI (Purn) H. Sukur M.Si (Han), menegaskan bahwa keberhasilan ASAD di Jawa Timur harus ditopang oleh tiga mesin utama yang berjalan serentak dan harmonis.
Pertama, mesin organisasi yang modern, akuntabel, dan tertib administrasi. Kedua, mesin prestasi dengan pembinaan berbasis sport science untuk melahirkan pesilat-pesilat berprestasi. Ketiga, mesin seni bela diri tradisi sebagai akar nilai dan jati diri ASAD.
“Tanpa tata kelola yang rapi, potensi pendekar hanya akan menjadi butiran pasir yang berserakan,” tegas Sukur.
Ia juga menyoroti tantangan besar menuju PON 2028. Menurutnya, Jawa Timur harus menjadi lumbung prestasi dengan kepemimpinan yang mampu berlari lebih kencang, merangkul seluruh elemen, serta membangun ekosistem prestasi yang tangguh.
Dukungan juga datang dari Wakil Ketua KONI Jawa Timur, Ir. Dedi Suhayadi. Ia menilai ASAD sebagai salah satu perguruan pencak silat yang paling tertata di Jawa Timur.
“ASAD sudah ada di 38 kota dan kabupaten. Ini bisa menjadi contoh bagi perguruan lain. Tinggal bagaimana mencetak prestasi sebanyak-banyaknya, karena pencak silat adalah harga diri bangsa,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Umum IPSI Jawa Timur, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono. Ia menyebut ASAD masuk tiga besar dalam pembinaan prestasi pesilat dan wasit juri.
“Banyak pesilat berprestasi lahir dari ASAD, salah satunya Amri Rusdana yang menembus level internasional. Kami berharap muncul pesilat-pesilat unggulan lainnya,” kata Bambang.
Dalam kesempatan tersebut, juga ditegaskan pentingnya deklarasi damai antarperguruan. Seluruh perguruan diharapkan menjaga persatuan dan kebersamaan sesuai nilai-nilai dalam tujuh janji pesilat.
“Jika ada konflik, itu hanya oknum. Secara umum, perguruan harus tetap guyub dan bersatu,” tegasnya.
Melalui Musprov VI ini, PERSINAS ASAD Jawa Timur diharapkan semakin solid secara organisasi, kuat dalam prestasi, serta tetap berpegang pada nilai-nilai luhur seni bela diri tradisi.

