PERSINAS ASAD

ASAD Sambut Ramadan 1447 H dengan Semangat Ibadah dan Prestasi

Papua Barat (15/02) – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah tinggal menghitung hari. PERSINAS ASAD bersiap memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan kualitas ibadah, mempererat ukhuwah, sekaligus menjaga kebugaran fisik para pesilat melalui latihan rutin.

Bagi warga PERSINAS ASAD, Ramadan diibaratkan seperti pesilat yang telah berlatih berbulan-bulan, lalu mendapat kesempatan mengikuti kejuaraan. Momentum itu tentu disambut dengan semangat dan kebanggaan untuk meraih hasil terbaik.

Analogi tersebut menggambarkan kesiapan spiritual anggota yang sebelumnya telah membiasakan diri dengan ibadah sunnah seperti puasa Senin-Kamis, puasa Daud, salat duha, salat malam, hingga infaq dan sedekah. Ketika Ramadan tiba, kesempatan meningkatkan amalan justru menjadi ruang emas yang patut disyukuri, bukan disikapi dengan rasa kaget atau berat.

Selain fokus pada peningkatan ibadah, PERSINAS ASAD juga tetap konsisten dalam pembinaan karakter dan pelestarian budaya pencak silat. Agenda Safari Ramadan kembali digelar di sejumlah daerah bekerja sama dengan LDII dan Senkom Mitra Polri. Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi dengan aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta MUI, sekaligus menjaga kondusivitas wilayah selama bulan suci.

Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Papua Barat, Dwijo Sasono, S.Pd., mengingatkan seluruh jajaran pengurus dan anggota untuk memaksimalkan amal ibadah selama Ramadan 1447 H.

Ia menekankan pentingnya menjalankan puasa sebulan penuh, salat tarawih, khatam Al-Qur’an 30 juz melalui tadarus, melaksanakan iktikaf guna meraih malam Lailatul Qadar, serta menunaikan zakat.

Di sisi lain, pembinaan dan pencapaian prestasi pesilat tetap berjalan. Latihan fisik disesuaikan agar kebugaran tetap terjaga tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah. Sejumlah agenda internal seperti rapat pimpinan secara daring, pembagian takjil, buka puasa bersama, hingga sahur bersama juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan tahun ini.

Secara keseluruhan, PERSINAS ASAD menjadikan Ramadan sebagai momentum menyeimbangkan religiusitas dan produktivitas. Spirit ibadah yang meningkat diharapkan selaras dengan semangat menjaga kesehatan, disiplin, serta karakter pesilat yang berakhlakul karimah.