ASAD Sumbar Bina Pesilat Cilik Lewat Pasanggiri Usia Dini Berjenjang
Sumatera Barat (18/02) – Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERSINAS ASAD Dharmasraya menggelar Pasanggiri Usia Dini di Padepokan PERSINAS ASAD Padang Bintungan, Nagari Silanggaung, Kabupaten Dharmasraya, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 100 pesilat dari Korda II Sumatera Barat.
Peserta berasal dari Pengkot dan Pengkab Solok, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, serta Kabupaten Dharmasraya sebagai tuan rumah. Pasanggiri ini menjadi bagian dari upaya pembinaan pesilat sejak usia dini.
Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Sumatera Barat, Roy Gabro Pandeka Sutan Parpatiah, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pasanggiri usia dini memiliki peran penting dalam mencetak generasi pesilat masa depan.
“Pasanggiri ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi wahana membangun mental juara sejak dini. Dari sinilah lahir pesilat tangguh yang kelak membawa nama daerah,” kata Gabro dalam sambutannya.
Ia menegaskan, pembinaan berjenjang harus dimulai sejak dini agar teknik dan karakter pesilat terbentuk dengan baik. Konsistensi latihan, kedisiplinan, serta peran pelatih menjadi faktor utama dalam melahirkan pesilat berprestasi.
Sementara itu, Ketua PERSINAS ASAD Kabupaten Dharmasraya, Candra Firdaus, mengaku bangga atas antusiasme peserta dan dukungan orang tua.
“Kami sangat mengapresiasi semangat anak-anak serta dukungan orang tua dan pelatih. Ini menunjukkan pembinaan di daerah berjalan baik dan mendapat kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Candra, pasanggiri ini juga menjadi ajang menjaring bibit unggul yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.
“Kami berharap kegiatan ini melahirkan pesilat yang disiplin, bertanggung jawab, dan berkarakter luhur, baik di arena pertandingan maupun kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Pembina PERSINAS ASAD Sumatera Barat, H. Ismanu, turut menyampaikan dukungan terhadap pembinaan usia dini. Ia menekankan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana pendidikan karakter.
“Melalui latihan yang terarah, anak-anak belajar menghormati guru, menjaga etika, dan memiliki mental kuat serta sportif,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang organisasi.
“Jika karakter sudah tertanam sejak kecil, mereka akan tumbuh menjadi pendekar berbudi luhur sesuai moto PERSINAS ASAD,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pemberian apresiasi kepada seluruh peserta. Pasanggiri usia dini ini diharapkan menjadi fondasi dalam mencetak generasi pesilat muda yang tangguh dan berprestasi. (Adin)
