Cetak Pesilat Berkarakter Luhur, Ratusan Pesilat Unjuk Gigi di Baja Cup #3 PERSINAS ASAD Bantul
Yogyakarta (20/07) – Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERSINAS ASAD Kabupaten Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaring bibit unggul pencak silat. Kali ini, ratusan pesilat dari 19 Pengurus Kecamatan (Pengcam) se-Kabupaten Bantul berkumpul untuk berlaga dalam Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) bertajuk Baja Cup #3.
Kompetisi bergengsi yang menyasar kategori usia dini hingga pra-remaja ini resmi dibuka pada Sabtu (18/7/2026) di Padepokan PERSINAS ASAD, Pundong, Bantul, dan berlangsung hingga Minggu (19/7/2026).
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PERSINAS ASAD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), H. Eka Budiyana, S.Pd., menegaskan bahwa esensi dari Baja Cup #3 ini melampaui urusan menang-kalah. Target utama dari kejuaraan ini adalah mencetak pesilat yang memiliki karakter mulia.
”Tunjukkan sportivitas sesuai kemampuan yang telah dilatih, karena kesempatan meraih prestasi masih terbuka melalui berbagai kejuaraan hingga tingkat yang lebih tinggi. Kejuaraan bukan tujuan akhir, yang paling penting adalah pembinaan karakter,” ujar Eka saat memberikan sambutan hangat sekaligus membuka acara secara simbolis dengan memukul gong.
Eka juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pengkab PERSINAS ASAD Bantul atas konsistensinya. Bantul tercatat sebagai kabupaten kedua di DIY setelah Sleman yang paling rutin menggelar kejuaraan sebagai wadah pembinaan usia dini. Ia berharap, para pesilat tidak hanya jago secara fisik dan teknik, tetapi juga mengamalkan 29 karakter luhur PERSINAS ASAD, menjaga prestasi akademik, serta memiliki pemahaman agama yang kuat.
Selaras dengan Eka, Ketua Pengkab PERSINAS ASAD Bantul, Darto Winarso, S.Pt., menyebutkan bahwa kemampuan bela diri harus berjalan beriringan dengan sikap disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. Bagi Darto, Baja Cup #3 adalah ujian nyata dari hasil latihan rutin yang selama ini dilakukan di tingkat kapanewon.
”Tujuan utama Baja Cup #3 adalah membentuk karakter luhur. Setelah itu baru keterampilan pencak silat. Kejuaraan ini juga menjadi alat ukur hasil latihan yang selama ini dilakukan secara rutin,” jelas Darto.
Ia pun mendorong seluruh Pengcam untuk terus menggenjot latihan yang berkesinambungan dan intensif agar lahir pesilat tangguh yang mampu menembus level nasional hingga internasional.
Ketua Panitia Baja Cup #3, Muhammad Ihsan, memaparkan bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa. Turnamen ini dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang silaturrohim untuk mempererat persaudaraan antarpesilat.
Ajang ini berlangsung hingga 19 Juli 2026 yang diikuti sekitar 126 pesilat pada kategori tanding dan 12 pesilat kategori seni. Ia menyebut, peserta kejuaraan menyasar pada pesilat usia dini hingga pra remaja yang berasal dari 19 Kapanewon se-kabupaten Bantul.
“Melalui ajang ini diharapkan lahir bibit-bibit pesilat PERSINAS ASAD Bantul yang mampu mengharumkan nama daerah di berbagai level kompetisi,” pungkas Ihsan optimis.

