PERSINAS ASAD

IPSI Wonosobo Gelar Halalbihalal, Tekankan Akhlak dan Persatuan Pesilat

Jawa Tengah (21/04) — Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan Halalbihalal yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia Kabupaten Wonosobo pada Minggu, 19 April 2026. Acara tersebut berlangsung di Padepokan PERSINAS ASAD Wonosobo dan dihadiri oleh jajaran pengurus IPSI, perwakilan berbagai perguruan pencak silat, serta Pengkab PERSINAS ASAD Wonosobo.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Takyudin Lutfi selaku Dewan Pertimbangan IPSI Wonosobo, Suradi Romelan, S.T yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Wonosobo, serta Sri Hermawan, M.M.Pd selaku Dewan Pembina Pengkab PERSINAS ASAD Wonosobo.

Dalam sambutannya, Takyudin Lutfi menegaskan bahwa pencak silat merupakan seni bela diri asli Indonesia yang tidak hanya mengedepankan aspek fisik, tetapi juga mencakup unsur seni, olahraga, serta pembinaan mental spiritual. Ia juga menyinggung pentingnya mendorong pencak silat menuju kancah yang lebih luas, termasuk sebagai bagian dari “road to Olimpiade”.

Sementara itu, Suradi Romelan menekankan bahwa ilmu dan akhlak adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam membentuk karakter manusia. Ia juga mengingatkan akan dampak negatif penggunaan gawai yang berlebihan terhadap perkembangan karakter anak, sehingga peran pencak silat menjadi penting sebagai sarana pembinaan generasi muda.

Hal senada disampaikan Sri Hermawan yang menegaskan bahwa akhlak merupakan pondasi utama agar ilmu yang dimiliki dapat memberikan manfaat dan keberkahan. Menurutnya, pembelajaran bela diri yang diarahkan pada pembentukan karakter luhur akan mampu menjadi benteng dalam menghindari sifat-sifat negatif.

Dari pihak panitia, Hanif Eko Saputro selaku Wakil Ketua Bidang Prestasi PERSINAS ASAD Wonosobo sekaligus Ketua Panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum mempererat hubungan antarperguruan.

“Peran kami di PERSINAS ASAD tidak hanya fokus pada pembinaan internal, tetapi juga membangun komunikasi dan kebersamaan dengan perguruan lain melalui IPSI. Kami aktif menjalin silaturahmi, berpartisipasi dalam kegiatan bersama, serta menjaga nilai saling menghormati antar pesilat. Karena meskipun berbeda perguruan, kita tetap satu tujuan, yakni melestarikan pencak silat dan menjaga persatuan,” ujarnya.

Melalui kegiatan Halalbihalal ini, diharapkan sinergi antarperguruan pencak silat di Kabupaten Wonosobo semakin kuat, serta mampu mencetak generasi pesilat yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berakhlak mulia. (Humas ASAD Jateng)