Musprov PERSINAS ASAD DIY 2026 Dibuka, IPSI Titipkan Tiga Pesan Strategis
Yogyakarta – Musyawarah Provinsi (Musprov) PERSINAS ASAD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi dibuka di Gedung Serbaguna Mantrijeron, Yogyakarta, Sabtu (23/5/2026). Forum organisasi lima tahunan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan, menyusun arah kebijakan organisasi, serta memilih pemimpin baru yang akan membawa PERSINAS ASAD DIY pada periode mendatang.
Pembukaan Musprov dihadiri jajaran pengurus, pelatih, serta delegasi dari berbagai kabupaten dan kota di DIY. Hadir mewakili Ketua Umum Pengprov IPSI DIY, Sekretaris Pengprov IPSI DIY, RM. Heryos Soekamto Wahaji, yang menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Dalam sambutan Ketua Umum IPSI DIY yang dibacakannya, disampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus PERSINAS ASAD DIY periode 2021–2026 atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan dalam pembinaan pencak silat serta pelestarian budaya bangsa di Yogyakarta.
IPSI DIY menilai PERSINAS ASAD telah menunjukkan konsistensi dalam mencetak prestasi sekaligus membangun karakter generasi muda melalui nilai-nilai luhur pencak silat.
“Musprov PERSINAS ASAD ini merupakan momentum krusial dalam menjalankan amanah organisasi, memilih pemimpin baru, serta melahirkan keputusan-keputusan strategis yang berorientasi pada kemajuan dan perkembangan pencak silat di Yogyakarta,” ujar RM. Heryos saat membacakan sambutan Ketua Umum IPSI DIY.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum IPSI DIY menitipkan tiga pesan utama yang diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh keluarga besar PERSINAS ASAD DIY.
Pesan pertama adalah menjaga persatuan dan keguyuban organisasi. Menurut IPSI DIY, perbedaan pandangan dalam forum musyawarah merupakan bagian dari dinamika dan kedewasaan berorganisasi. Namun, setelah keputusan dihasilkan, seluruh unsur organisasi harus dapat menerima dan melaksanakannya secara bersama-sama demi kepentingan yang lebih besar.
“IPSI adalah rumah besar bagi seluruh perguruan pencak silat. Karena itu, persatuan harus selalu menjadi prioritas utama,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Pesan kedua berkaitan dengan pentingnya kaderisasi dan pembinaan prestasi. IPSI DIY melihat Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki potensi besar dalam melahirkan pesilat-pesilat berprestasi.
Karena itu, PERSINAS ASAD DIY diharapkan terus menjaga konsistensi program pembinaan yang terukur dan berkelanjutan agar mampu mencetak pesilat tangguh yang dapat mengharumkan nama daerah pada berbagai ajang kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.
Pembinaan yang berkesinambungan dinilai menjadi kunci dalam menjaga regenerasi pesilat sekaligus meningkatkan daya saing pencak silat DIY di masa depan.
Pesan ketiga yang ditekankan IPSI DIY adalah menjaga marwah PERSINAS ASAD sebagai perguruan pencak silat tradisi yang menjunjung tinggi nilai akhlakul karimah.
Menurut IPSI DIY, keberhasilan meraih prestasi di arena pertandingan harus diimbangi dengan pembentukan karakter dan budi pekerti yang luhur. Nilai-nilai moral menjadi fondasi penting yang harus terus ditanamkan kepada seluruh anggota perguruan.
“Meraih prestasi di gelanggang adalah hal yang penting, namun pembentukan akhlak luhur merupakan hal yang utama. Seluruh anggota harus menjaga nama baik, kehormatan, dan marwah perguruan di tengah kehidupan bermasyarakat,” pesan Ketua Umum IPSI DIY.
Melalui Musprov 2026 ini, PERSINAS ASAD DIY diharapkan mampu melahirkan kepengurusan yang solid, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Selain itu, forum ini juga menjadi sarana memperkuat peran organisasi dalam pembinaan pesilat sekaligus menjaga eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang terus hidup dan berkembang di Yogyakarta.
