PERSINAS ASAD

PB ASAD Bekali Teknik Jurnalisme Cepat Dan Etika Jurnalistik Bagi Humas

Jakarta (01/11) — Departemen Humas, Media, dan Sponsorship Pengurus Besar (PB) PERSINAS ASAD menggelar webinar jurnalisme bertajuk “Jurnalisme Sat-Set: Bikin Berita Akurat & Cepat Pakai AI” pada Minggu, 1 November 2026 secara daring 160 titik melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus Humas, Media, dan Sponsorship tingkat provinsi, kabupaten/kota, serta media partner dari seluruh Indonesia.

Ketua Departemen Humas & Media PB PERSINAS ASAD, H. Abdul Soleh As Siddiqi, hadir bertindak sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa penggunaan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam jurnalistik hanyalah sebagai alat bantu (tools) untuk mempermudah riset dan olah data, bukan untuk menggantikan peran maupun tanggung jawab manusia.

“AI membantu kerja jurnalistik, bukan mengganti tanggung jawab manusia. Pengawasan manusia tetap memegang kendali utama dari awal hingga akhir, serta wajib melakukan check and re-check sebelum berita dipublikasikan,” ujar Soleh saat menyampaikan materi.

Ia menjelaskan bahwa pedoman pemanfaatan AI yang diterapkan berpatokan pada aturan Dewan Pers. Setiap pewarta humas di lingkungan PERSINAS ASAD diminta untuk tetap menaati Kode Etik Jurnalistik (KEJ), menjaga akurasi data, menghormati hak cipta, serta menjauhi konten yang menyesatkan.

Selain edukasi penggunaan teknologi, pemateri juga membekali peserta dengan teknik wawancara jurnalistik dan pengumpulan fakta yang valid. Soleh mengingatkan bahwa berita tanpa kutipan atau konfirmasi narasumber berisiko menjadi karya yang tidak valid dan tidak kredibel.

“Berita tanpa narasumber itu kehilangan unsur validitas dan kredibilitas. Oleh karena itu, wawancara atau perekaman statement narasumber saat acara berlangsung menjadi langkah penting yang wajib dilakukan oleh jajaran humas,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, dipraktikkan pula penggunaan aplikasi Gemini Notebook (dulu NotebookLM) sebagai salah satu peranti AI berbasis sumber tertutup. Aplikasi ini dioptimalkan untuk mengolah transkrip wawancara, dokumen resmi, dan bahan acara menjadi artikel berita yang presisi tanpa mengubah fakta atau menghasilkan informasi karangan.

Pemateri juga menegaskan aturan baku publikasi organisasi, di antaranya penulisan nama organisasi yang wajib menggunakan huruf kapital secara penuh yaitu PERSINAS ASAD. Selain itu, sebutan untuk para pelaku olahraga pencak silat disepakati menggunakan istilah pesilat, bukan atlet, kecuali jika terdapat dalam kutipan langsung narasumber yang harus dipertahankan secara asli.

Sebagai langkah tindak lanjut, Departemen Humas & Media PB PERSINAS ASAD berencana mengadakan rapat koordinasi dan pelatihan secara rutin setiap bulannya. Agenda ini dijadwalkan berlangsung satu minggu sebelum pelaksanaan kegiatan daerahan guna memastikan sinergi pemberitaan di seluruh tingkatan kepengurusan.