PERSINAS ASAD

Pesilat ASAD Abdul Aziz Raih Emas POMDA DIY 2026, Harumkan Nama UPNVY

YOGYAKARTA – Pesilat PERSINAS ASAD, Abdul Aziz Aulia Sidik, berhasil meraih medali emas cabang pencak silat pada Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026. Mahasiswa Program Studi Agribisnis angkatan 2026 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta itu menjadi juara di kelas G putra dewasa.

Prestasi tersebut turut mengantarkan UPN “Veteran” Yogyakarta meraih tujuh medali dalam cabang pencak silat, terdiri atas dua emas, satu perak, dan empat perunggu. Kompetisi ini diikuti 139 peserta dari 16 perguruan tinggi di DIY.

Abdul Aziz bukan sosok baru di dunia pencak silat. Saat masih duduk di bangku SMA di Bekasi, dia telah mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) ASAD. Dia juga pernah masuk tim Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) di Bekasi.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Abdul Aziz dalam mengembangkan kemampuan dan menorehkan prestasi di gelanggang pencak silat. Pada 2024, dia mengikuti Kejurnas Remaja di Semarang dan berhasil meraih juara ketiga.

Kini, saat menempuh pendidikan tinggi di UPN “Veteran” Yogyakarta, Abdul Aziz kembali menunjukkan kemampuannya melalui raihan emas POMDA DIY 2026.

Selain emas dari Abdul Aziz, medali emas lainnya diraih Muhammad Saif Ali, mahasiswa Program Studi Teknik Geofisika angkatan 2023, pada kelas I putra dewasa.

Medali perak disumbangkan Disky Raditya Nugraha dari Program Studi Manajemen angkatan 2026 pada kelas I putra dewasa.

Sementara itu, empat medali perunggu diraih Guido Converti Situmorang dari Program Studi Teknik Pertambangan angkatan 2025 pada kelas F putra dewasa; Lisfiana Arista Ahaddiyah dari Program Studi Hubungan Masyarakat angkatan 2024 pada kelas C putri dewasa; Hanum Salsabiela dari Program Studi Akuntansi angkatan 2026 pada kelas D putri dewasa; serta Juwita Wahyu Zahra Saputri dari Program Studi Hubungan Masyarakat angkatan 2025 pada kelas E putri dewasa.

Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si., mengapresiasi capaian para mahasiswa tersebut. Menurutnya, prestasi itu merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, dan semangat juang dalam mengembangkan potensi di bidang olahraga.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi UPN ‘Veteran’ Yogyakarta sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk berprestasi di berbagai bidang. Kami terus mendorong mahasiswa mengembangkan bakat, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadikan semangat bela negara sebagai landasan dalam berkompetisi,” ujarnya.

Dia menambahkan, prestasi olahraga bukan hanya menjadi tolok ukur kemampuan pesilat, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter mahasiswa. Nilai disiplin, tanggung jawab, daya juang, dan sportivitas diharapkan menjadi bekal untuk meraih prestasi lebih tinggi sekaligus mengharumkan nama universitas.

Technical Delegate cabang pencak silat POMDA DIY 2026, Prof. Dr. Agung Nugroho, A.M.Si., menjelaskan bahwa hasil pertandingan menjadi salah satu indikator untuk memantau pesilat yang berpeluang mengikuti pemusatan latihan menjelang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2027.

“Ini salah satu indikator. Juara di sini nanti bisa dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan menjelang POMNAS,” ujarnya.

Menurut Agung, prestasi dalam kejuaraan tingkat wilayah dan kompetisi antarmahasiswa lainnya juga dapat menjadi pertimbangan dalam proses seleksi. Karena itu, capaian di POMDA menjadi kesempatan bagi para pesilat mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuka peluang tampil di tingkat nasional.

Agung juga mengapresiasi dukungan fasilitas UPN “Veteran” Yogyakarta dalam penyelenggaraan pertandingan, termasuk penggunaan layar raksasa atau giant screen. Dia menilai dukungan tersebut membantu kelancaran kompetisi, meskipun sejumlah aspek teknis pengaturan lapangan masih dapat disempurnakan.

“Kalau BAPOMI menunjuk UPN, saya rasa sudah tepat,” katanya.

Dia turut mengapresiasi raihan dua medali emas oleh pesilat tuan rumah. Menurutnya, capaian tersebut perlu dipertahankan dan ditingkatkan sebagai bekal menghadapi kompetisi berikutnya.

POMDA DIY 2026 cabang pencak silat mempertandingkan kategori tanding dan seni atau jurus. Kategori tanding mencakup 25 kelas putra dan putri, sedangkan kategori seni meliputi nomor tunggal baku, tunggal bebas, ganda, dan regu.

Sebanyak 139 peserta dari 16 perguruan tinggi di DIY mengikuti kompetisi tersebut. Sejumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi antara lain Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan UPN “Veteran” Yogyakarta.

Prestasi Abdul Aziz menjadi catatan positif dalam perjalanan pembinaan pesilat PERSINAS ASAD. Raihan emas di tingkat mahasiswa ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga sportivitas, dan mengejar prestasi pada kejuaraan berikutnya.