PERSINAS ASAD

Jelang Berbuka, Warga PERSINAS ASAD Wonocolo Asah Jurus Pencak Silat

Surabaya (7/3) — Warga PERSINAS ASAD Kecamatan Wonocolo, Surabaya, menggelar latihan bersama pencak silat sambil menunggu waktu berbuka puasa di halaman Masjid At-Taqwa, Sidosermo, Wonocolo, Sabtu (7/3) sore. Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara warga mengisi waktu ngabuburit selama Ramadhan.

Pelatih Pengurus Kecamatan (Pengcam) PERSINAS ASAD Wonocolo Rudi Hartono mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat kebersamaan antarwarga perguruan.

“Kita berkumpul bersama dengan harapan mempererat persaudaraan, mempererat silaturahim, dan kerukunan sesama warga ASAD,” ujarnya.

Menurut dia, pencak silat merupakan bagian dari seni budaya bangsa yang diwariskan oleh para leluhur Indonesia. Karena itu, generasi muda diharapkan ikut menjaga dan melestarikan budaya tersebut.

Selain sebagai seni budaya, latihan silat juga memberikan manfaat bagi kesehatan karena dapat membentuk tubuh yang sehat dan kuat sehingga menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk dalam menjalankan ibadah.

“Dengan tubuh yang sehat dan kuat, kita bisa beribadah lebih semangat dan bekerja lebih giat,” kata Rudi.

Latihan bersama tersebut biasanya dilaksanakan setiap Minggu sore. Rudi berharap jumlah peserta yang mengikuti kegiatan itu dapat terus bertambah, baik dari kalangan anak-anak, remaja, maupun orang dewasa.

Menurut dia, tujuan latihan tidak semata-mata mengejar prestasi dalam kejuaraan, tetapi juga membangun kesehatan fisik, mental, serta memperkuat kebersamaan antaranggota.

“Kalau pesertanya semakin banyak, peserta latihan akan lebih semangat dan para pelatih juga semakin bersemangat,” ujarnya.

Sementara itu, Pembina Pengcam PERSINAS ASAD Wonocolo Heri Purnomo menegaskan bahwa seorang pesilat tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik, tetapi juga harus memiliki budi pekerti yang baik.

“Pesilat harus memiliki budi pekerti, etika, dan sikap yang baik. Itu menjadi modal utama sebelum meraih prestasi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para pesilat agar tetap disiplin dalam menjalankan kewajiban, termasuk belajar dan mengikuti kegiatan keagamaan.

“Jangan sampai rajin latihan, tetapi saat waktunya mengaji justru tidak hadir. Pembinaan moral tetap menjadi dasar,” kata Heri.

Menurut dia, pencak silat harus menjadi sarana pembinaan karakter yang positif, sehingga para pesilat dapat tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berakhlak baik, dan berprestasi.

“Ketika moralnya baik, insya Allah ke depan bisa menjadi atlet yang berprestasi dan sukses di berbagai bidang,” ujarnya.

Kegiatan latihan bersama tersebut diikuti peserta dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak sekolah dasar hingga orang dewasa. Para peserta berlatih teknik dasar pencak silat, sekaligus menampilkan seni tunggal IPSI dan seni ganda. Selain latihan fisik, kegiatan juga diisi dengan tausyiah agama dari Dewan Pembina H Lukman Affandy sebagai penguatan nilai moral bagi para pesilat.