ASAD Kota Pekalongan Gelar Batik Cup Pembinaan Pesilat Menuju Prestasi Nasional
Jawa Tengah (16/05)– Kejuaraan pencak silat “Batik Cup-1 PERSINAS ASAD Kota Pekalongan” resmi digelar di Padepokan Kandang Macan PERSINAS ASAD Kota Pekalongan, Kamis (14/5/2026). Ajang tersebut diikuti ratusan pesilat muda kategori usia dini hingga remaja yang mewakili empat wilayah kecamatan se-Kota Pekalongan.
Dalam kejuaraan ini, para peserta tampil menunjukkan kemampuan terbaiknya pada kategori Jurus Seni Tunggal, Jurus Tunggal Bebas, serta Laga Tanding untuk memperebutkan piala dan medali.
Penyelenggaraan Batik Cup-1 menjadi tindak lanjut dari hasil audiensi PERSINAS ASAD bersama IPSI Kota Pekalongan sekaligus hasil konsolidasi internal organisasi yang sebelumnya telah dilakukan pengurus.
Ketua Umum IPSI Kota Pekalongan, H. Fauzi Umar Lahji, S.E., dalam arahannya menegaskan bahwa keberhasilan organisasi maupun prestasi pesilat tidak terlepas dari tekad kuat, kekompakan, sinergi, dan keikhlasan dalam berjuang bersama.
“Prestasi lahir dari kebersamaan dan komunikasi yang baik antarsemua elemen,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PERSINAS ASAD Kota Pekalongan, Yuyun Munadhi, mengatakan kejuaraan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan pesilat muda sejak usia dini. Ia mengusung tema besar “Membangun Pesilat Profesional, Berprestasi, Berbudaya, dan Berkarakter Luhur” sebagai semangat dalam pengembangan organisasi.
“Lewat ikhtiar dan doa, Insya Allah dari ajang ini akan muncul bibit pesilat yang mampu mengharumkan nama bangsa hingga tingkat Olimpiade,” katanya.
Kejuaraan dibuka secara resmi melalui pemukulan gong oleh Pembina PERSINAS ASAD, H. Nur Huda. Kegiatan turut dihadiri mitra strategis PERSINAS ASAD dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Sentra Komunikasi Mitra POLRI (SENKOM), serta para orang tua peserta yang memberikan dukungan penuh kepada putra-putrinya.
Dalam sambutannya, H. Nur Huda menjelaskan bahwa PERSINAS ASAD yang berdiri sejak 30 April 1993 terus membawa misi perdamaian dan pembinaan karakter melalui pencak silat.
“Sesuai singkatannya, Aman, Selamat, Ampuh, dan Damai, perguruan ini memegang prinsip dengan aman untuk selamat, dan dengan ampuh menjadi damai,” jelasnya.
Suasana kejuaraan semakin semarak dengan penampilan atraksi pencak silat dari para pesilat serta hadirnya stand kuliner lokal di area padepokan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan aman tanpa adanya cedera serius selama pertandingan berlangsung.
