PERSINAS ASAD

ASAD Papua Gelar Festival Pasanggiri, Perkuat Karakter dan Prestasi Pesilat

Papua (24/05) – PERSINAS ASAD Provinsi Papua menggelar Festival Pasanggiri Pencak Silat sebagai ajang pembinaan, pelestarian budaya, dan penguatan karakter generasi muda. Kegiatan berlangsung di Kompleks PPPM Al-Manshurin, Distrik Heram, Kota Jayapura, Minggu (24/5/2026).

Festival yang diselenggarakan secara berkala tersebut diikuti oleh peserta dari Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERSINAS ASAD Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom. Sebanyak 64 pesilat ambil bagian dalam berbagai kategori yang dipertandingkan, mulai dari individu, beregu, hingga massal.

Peserta berasal dari kelompok usia dini, pra remaja, dan remaja yang menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam seni bela diri pencak silat. Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, festival ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpesilat dan keluarga besar PERSINAS ASAD di Papua.

Festival Pasanggiri secara resmi dibuka oleh Dewan Penasihat PERSINAS ASAD Papua, H. Noor Rachmat. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh warga PERSINAS ASAD untuk terus mengamalkan nilai-nilai luhur yang menjadi dasar pembinaan organisasi.

“Warga PERSINAS ASAD harus menerapkan nilai-nilai semboyan ‘Berjiwa Besar Jadi Pendekar, Berbudi Luhur Nasihat Leluhur’ dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurut Noor Rachmat, pencak silat tidak hanya mengajarkan keterampilan bela diri, tetapi juga membentuk kepribadian yang berakhlak mulia, disiplin, serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Ia berharap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pencak silat dapat terus diwariskan kepada generasi penerus.

Sementara itu, Ketua PERSINAS ASAD Papua, Jaenuri, menjelaskan bahwa Festival Pasanggiri merupakan agenda pembinaan yang memiliki peran penting dalam pengembangan organisasi sekaligus pelestarian budaya bangsa.

“Festival ini menjadi ajang silaturahmi keluarga besar PERSINAS ASAD sekaligus sarana pembinaan karakter generasi muda. Kami ingin menumbuhkan semangat juang dan mencetak pesilat yang tangguh serta berkarakter,” katanya.

Jaenuri menegaskan bahwa pencak silat sebagai warisan budaya asli Indonesia harus terus dijaga dan dikembangkan. Melalui kegiatan seperti Festival Pasanggiri, generasi muda dapat mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya bangsa di tengah perkembangan zaman.

Antusiasme peserta dan dukungan para pembina serta orang tua mewarnai jalannya kegiatan. Setiap penampilan tidak hanya menampilkan kemampuan teknik, tetapi juga menunjukkan nilai sportivitas, kedisiplinan, dan semangat persaudaraan yang menjadi ciri khas pembinaan di lingkungan PERSINAS ASAD.

Melalui Festival Pasanggiri 2026, PERSINAS ASAD Papua berharap dapat terus melahirkan pesilat-pesilat berkualitas yang memiliki kemampuan teknik, mental juara, serta karakter luhur sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti komitmen organisasi dalam menjaga eksistensi pencak silat sebagai budaya bangsa yang membanggakan.