PERSINAS ASAD

PERSINAS ASAD Wedi, Gantiwarno, dan Gedangsari Matangkan Persiapan Pasanggiri 2026

Jawa Tengah — Pengurus Kecamatan (Pengcam) PERSINAS ASAD Wedi, Gantiwarno, dan Gedangsari, Kabupaten Klaten, memantapkan persiapan penyelenggaraan Pasanggiri 2026 melalui kegiatan Technical Meeting Juri Pasanggiri 2026. Kegiatan tersebut digelar pada Jumat, 16 Oktober 2026, di Aula Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Wedi, Klaten.

Kegiatan ini dihadiri Ketua PPA sekaligus Sekretaris ASAD Klaten, Agus Sunardo, jajaran pengurus Pengcam PERSINAS ASAD Wedi, Gantiwarno, dan Gedangsari, serta dewan juri yang dipimpin Ahmad Khoiri Anam.

Dalam sambutannya, Agus Sunardo menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pasanggiri merupakan bagian dari pelaksanaan amanah Guru Besar ASAD untuk meningkatkan kemampuan bela diri, daya juang, serta membentuk karakter pendekar yang berjiwa besar dan berbudi luhur.

Menurutnya, Pasanggiri tidak sekadar menjadi ajang kompetisi keterampilan pencak silat, tetapi juga sarana pembinaan karakter, penguatan nilai-nilai luhur, dan peningkatan kualitas diri para pendekar.

“Pasanggiri ini sesuai amanah Guru Besar ASAD, yakni untuk meningkatkan kemampuan bela diri, daya juang, serta membentuk karakter pendekar yang berjiwa besar dan berbudi luhur, sesuai motto ‘Berjiwa Besar Menjadi Pendekar, Berbudiluhur Nasihat Leluhur’,” ujarnya.

Pasanggiri 2026 direncanakan mempertandingkan empat kategori kelompok usia, yakni Usia Dini 8–12 tahun, Usia Remaja 13–18 tahun, Usia Dewasa 19–60 tahun, serta Usia Istimewa 60 tahun ke atas. Seluruh kategori tersebut diperuntukkan bagi peserta putra dan putri.

Nomor perlombaan dilaksanakan secara berkelompok dengan ketentuan minimal tiga peserta pada setiap kategori. Panitia menargetkan partisipasi sekitar 500 pesilat dalam ajang tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas pembinaan dan meningkatkan partisipasi warga PERSINAS ASAD.

Dalam sesi teknis, Ketua Dewan Juri Ahmad Khoiri Anam memaparkan mekanisme dan ketentuan penilaian yang harus dipahami oleh seluruh juri. Ia menekankan pentingnya profesionalisme, objektivitas, dan sportivitas dalam menjalankan tugas agar pelaksanaan Pasanggiri berlangsung tertib, adil, dan sesuai ketentuan.

Ia juga berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kinerja dan kualitas dewan juri, sekaligus mendorong peningkatan kualitas serta kuantitas peserta dari berbagai kelompok usia.

Harapan serupa disampaikan Ketua Pengcam PERSINAS ASAD Wedi, Muh Salim, Ketua Pengcam Gantiwarno, Edi Winarto, serta Ketua Pengcam Gedangsari, Irvan Maulana. Ketiganya sepakat bahwa Pasanggiri harus menjadi momentum untuk membangkitkan semangat berlatih para pendekar, mempererat kerukunan, dan menjaga kekompakan antarwarga.

Selain meningkatkan kemampuan pencak silat, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan karakter sehingga para pendekar semakin tertib dalam beribadah, menjaga akhlak, serta mengamalkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi peserta, panitia menyediakan piala bagi juara pertama, kedua, dan ketiga pada setiap kategori perlombaan sesuai jenjang usia, baik putra maupun putri.

Melalui persiapan yang matang, PERSINAS ASAD Wedi, Gantiwarno, dan Gedangsari berharap Pasanggiri 2026 dapat berlangsung sukses, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadi wadah pembinaan pesilat yang berkarakter, berprestasi, dan berbudi luhur.

Pasanggiri tersebut dijadwalkan berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Wedi, Klaten.
(Humas ASAD Jawa Tengah)