ASAD Klaten Gembleng 269 Pendekar Putri, Perkuat Bekal Bela Diri
Jawa Tengah – Penguasaan seni bela diri menjadi salah satu bekal penting bagi perempuan untuk meningkatkan kepercayaan diri, menjaga keselamatan diri, serta turut melindungi keluarga dan lingkungan sekitar. Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan PRA UKT Sabuk Biru Putri yang diselenggarakan PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten di Aula Pondok Pesantren Syahid Almaarif, Keringan, Wanglu, Kecamatan Trucuk, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan ini diikuti sebanyak 269 pendekar putri yang menjalani persiapan untuk menghadapi Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Sabuk Biru tingkat Provinsi Jawa Tengah pada November mendatang. Selain mengukur kesiapan fisik dan penguasaan materi, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pembinaan pesilat putri secara berkelanjutan.
Ketua PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten, Fathulminan, dalam sambutannya berpesan agar para pendekar putri senantiasa tekun dan giat berlatih. Menurutnya, latihan yang dilakukan secara konsisten tidak hanya membantu menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga meningkatkan kemahiran dalam menguasai jurus-jurus pencak silat.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengiringi ikhtiar dengan doa serta meningkatkan ketertiban dalam beribadah agar senantiasa mendapatkan pertolongan Allah SWT.
Sementara itu, Dewan Penguji Pengkab PERSINAS ASAD Klaten, Ahmad Khoiri Anam, mengingatkan seluruh peserta agar memperkuat stamina dan terus berlatih untuk menguasai materi jurus dengan baik. Kesiapan fisik, ketepatan gerakan, dan kedisiplinan menjadi unsur penting yang perlu diperhatikan dalam menghadapi ujian kenaikan tingkat.
Pelaksanaan kegiatan dipandu Dewan Penguji Putri, Tatik Sriwahyuni, S.Pd., bersama tim penguji yang memberikan arahan mengenai materi fisik dan teori kepada seluruh peserta. Melalui pembekalan tersebut, para pendekar putri diharapkan semakin siap mengikuti UKT tingkat provinsi.
Sekretaris PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten, Agus Sunardo, yang turut hadir menyampaikan bahwa PRA UKT ini merupakan bagian dari persiapan menuju UKT Sabuk Biru tingkat Provinsi Jawa Tengah pada November 2026.
Ia berharap para peserta mampu memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkuat bekal teknik dan kemahiran jurus. Dengan penguasaan materi yang semakin baik, para pendekar nantinya diharapkan dapat menyampaikan ilmu yang telah dipelajari kepada generasi muda sebagai bagian dari pembibitan dan regenerasi pesilat.
Lebih dari sekadar persiapan ujian, pembinaan pesilat putri juga menjadi sarana membangun kedisiplinan, keberanian, kebugaran, dan kemampuan menjaga diri secara bertanggung jawab. Perempuan yang memiliki bekal seni bela diri diharapkan semakin percaya diri dalam menghadapi tantangan, sekaligus mampu berkontribusi positif bagi keluarga dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten terus mendorong lahirnya pendekar putri yang tangguh, berakhlak, terampil, serta siap meneruskan pembinaan pencak silat kepada generasi berikutnya. (Humas ASAD Jateng)
