ASAD Papua Barat Ikuti Sosialisasi Peraturan Pertandingan Pencak Silat Tahun 2026
Papua Barat, Manokwari, Ahad 26 Juli 2026/11 Shafar 1448 H Perguruan Pencak Silat Nasional ASAD (PERSINAS ASAD) selenggarakan sosialisasi Peraturan Pertandingan Pencak Silat (PPPS) Tahun 2026 melalui aplikasi zoom meeting yang dipusatkan di Studio Utama Graha Aulia Jatinangor, Sumedang dan diikuti serentak oleh para peserta dari 340 titik studio di seluruh Indonesia termasuk di Kota Manokwari dan Kota Bintuni Papua Barat.
Tujuan sosialisasi ini bagi PERSINAS ASAD adalah melakukan pemerataan informasi mengenai regulasi terbaru bagi seluruh Wasit Juri sertifikasi IPSI dan Pelatih di seluruh Indonesia. Tak tanggung-tanggung, jalannya materi dipandu langsung oleh dua wasit juri internasional ternama yaitu H. Deni Hendrik Akbar dan Abdul Wahid.
Dalam pemaparannya, fokus utama revisi aturan tahun 2026 mencakup berbagai aspek teknis yang lebih ketat dan modern. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah penggunaan Video Assistant Referee (VAR). Pelatih kini memiliki hak untuk meminta VAR berdasarkan kartu yang dimiliki, dan keputusan tertinggi dalam sebuah pertandingan kini merujuk pada hasil VAR tersebut.
Selain itu, terdapat perubahan signifikan pada sistem penilaian dan kategori pelanggaran. Misalnya, pesilat kini akan dikenakan hukuman jika melakukan tarikan langsung pada body protector tanpa serangan, yang dikategorikan sebagai pelanggaran sedang. Untuk aspek keselamatan, pesilat yang dinyatakan tidak fit oleh dokter akibat cedera leher atau kepala kini wajib dirujuk ke rumah sakit sebelum diperbolehkan bertanding kembali.
H. Deni Hendrik Akbar Ketua Bidang Organisasi mewakili Ketum PB PERSINAS ASAD, dalam arahannya menekankan bahwa pemahaman aturan baru ini sangat vital agar para pesilat dan pelatih dapat beradaptasi dengan standar kompetisi internasional terbaru.
Dwijo Sasono, S.Pd Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Papua Barat yang juga hadir di studio bersama-sama Pengkab PERSINAS ASAD Manokwari di sekretariat LDII Manokwari merasa bersyukur dan bangga, dimana PB PERSINAS ASAD selalu update dengan aturan-aturan yang terbaru dari PB IPSI, agar terdapat kesamaan pemahaman antara pelatih, atlit dan wajur sehingga membuat pesilat aman dan nyaman selama pertandingan, menghindari.cedera yang berlebihan dan pertandingan lebih enak untuk ditonton, pungkas Dwijo.
