PERSINAS ASAD

ASAD Percepat Program Kerja Nasional, Musyawarah Pleno Fokus Penguatan Organisasi

Jakarta (26/04) – Pengurus Besar PERSINAS ASAD menggelar musyawarah pleno di Kantor PB PERSINAS ASAD, Jakarta, pada 24–26 April 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam merumuskan arah kebijakan organisasi sekaligus mempercepat implementasi program kerja nasional yang berkelanjutan.

Musyawarah pleno ini diikuti jajaran pengurus besar dan menjadi bagian dari konsolidasi internal untuk menjawab tantangan perkembangan organisasi pencak silat di tingkat nasional. Agenda yang dibahas mencakup aspek organisasi, penguatan kelembagaan, hingga langkah-langkah strategis dalam membangun kemitraan.

Pada bidang organisasi, pembahasan difokuskan pada review dan penyempurnaan peraturan organisasi sebagai dasar hukum yang adaptif terhadap dinamika zaman. Selain itu, penyusunan buku panduan organisasi juga menjadi prioritas guna memastikan keseragaman sistem pembinaan di seluruh tingkatan.

Tidak hanya itu, PERSINAS ASAD juga merancang agenda audiensi dengan kementerian serta mitra strategis lainnya. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat posisi organisasi dalam ekosistem olahraga nasional sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas sektor.

Di sisi lain, penguatan kemandirian organisasi turut menjadi perhatian melalui pengembangan unit usaha, salah satunya official store ASAD. Inisiatif ini diharapkan mampu mendukung keberlangsungan program organisasi secara berkelanjutan.

Ketua Bidang Organisasi Pengurus Besar PERSINAS ASAD, Denny Hendrik Akbar, menegaskan bahwa musyawarah pleno ini merupakan momentum krusial dalam menyatukan visi dan langkah seluruh jajaran pengurus.

“Rapat koordinasi ini menjadi wadah untuk merumuskan sejumlah agenda audiensi dengan mitra strategis, sekaligus memperkuat sinergi organisasi,” ujarnya.

Menurutnya, hasil dari musyawarah pleno tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi harus mampu diimplementasikan secara konkret di lapangan.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas organisasi harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek kelembagaan, peningkatan prestasi pesilat, serta pelestarian nilai-nilai tradisi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

Musyawarah pleno ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antarstruktur organisasi, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, agar program yang dirancang dapat berjalan efektif dan terukur.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PERSINAS ASAD menegaskan komitmennya untuk terus berkembang menjadi organisasi pencak silat yang adaptif terhadap perubahan, profesional dalam tata kelola, serta tetap berpegang pada nilai-nilai karakter dan tradisi.

Ke depan, hasil musyawarah pleno diharapkan menjadi pijakan dalam memperkuat peran PERSINAS ASAD sebagai salah satu kekuatan utama dalam pembinaan pencak silat di Indonesia, sekaligus mendorong lahirnya pesilat-pesilat berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.