PERSINAS ASAD

ASAD Perkuat Sistem Pembinaan Jangka Panjang Berbasis Kurikulum Boarding

Jakarta (26/04) – Pengurus Besar (PB) PERSINAS ASAD melalui Bidang Prestasi menegaskan komitmennya dalam membangun sistem pembinaan pesilat yang terstruktur melalui penyusunan kurikulum boarding school serta pemetaan pesilat secara nasional. Langkah ini diarahkan sebagai bagian dari sasaran kegiatan pembinaan jangka panjang yang berkelanjutan.

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Pleno PB PERSINAS ASAD yang diselenggarakan pada 24–26 April 2026 di Jakarta, dengan fokus pada penguatan sistem prestasi berbasis data dan berkelanjutan.

Ketua Bidang Prestasi PB PERSINAS ASAD, Eka Yulianto, menegaskan bahwa sasaran utama kegiatan ini adalah membangun fondasi pembinaan yang kuat dan terukur sejak dini.

“Fokus kami bukan hanya pada capaian jangka pendek, tetapi bagaimana menciptakan sistem pembinaan yang mampu melahirkan pesilat unggul secara konsisten. Di sinilah pentingnya kurikulum boarding sebagai basis pembinaan jangka panjang,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penguatan sistem pembinaan dilakukan melalui penyusunan kurikulum boarding school yang terintegrasi, mencakup aspek teknik, fisik, mental, dan karakter. Kurikulum tersebut juga akan dikembangkan dalam bentuk video pembelajaran sebagai standar nasional.

“Dengan kurikulum yang terstandar, pembinaan tidak lagi berjalan sporadis. Kita ingin memastikan setiap daerah memiliki kualitas pembinaan yang setara dan terukur,” ujarnya.

Di sisi lain, Bidang Prestasi juga melakukan pemetaan pesilat secara komprehensif berbasis data performa, klasifikasi kelas tanding, serta kesiapan daerah. Pemetaan ini menjadi fondasi utama dalam menyusun strategi pembinaan jangka menengah dan panjang.

“Kami mengedepankan pendekatan berbasis data. Setiap pesilat yang masuk dalam proyeksi harus memiliki indikator performa yang jelas, sehingga proses seleksi dan pembinaan berjalan objektif dan akuntabel,” lanjut Eka.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa keberhasilan pencapaian prestasi sangat ditentukan oleh konsistensi sistem dan sinergi organisasi dari tingkat pusat hingga daerah.

“Prestasi tidak dibangun secara instan. Dibutuhkan sistem yang kuat, disiplin dalam pelaksanaan program, serta kolaborasi yang solid. Sasaran kegiatan ini adalah memastikan pembinaan berjalan berjenjang dan berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui langkah strategis ini, PERSINAS ASAD optimistis mampu memperkuat daya saing pesilat nasional dan mencetak atlet unggulan yang siap berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.