Bidang Prestasi PB ASAD Gelar Musyawarah Finalisasi Kurikulum Boarding School dan Pondok Pesantren
Jolotundo — Dalam rangka memperkuat sistem pembinaan pesilat sekaligus pengembangan pendidikan berbasis nilai karakter luhur, Bidang Prestasi Pengurus Besar PERSINAS ASAD melaksanakan kegiatan musyawarah pada tanggal 7–8 Maret 2026 di Jolotundo.
Musyawarah ini mengusung agenda utama finalisasi kurikulum Boarding School dan Pondok Pesantren, yang dirancang sebagai model pembinaan terpadu antara prestasi olahraga pencak silat, pendidikan formal, serta pembentukan karakter berbasis nilai-nilai karakter luhur.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus Bidang Prestasi, tim perumus kurikulum, serta unsur pelatih dan praktisi pendidikan di lingkungan PERSINAS ASAD. Forum ini menjadi langkah strategis dalam menyusun sistem pembinaan berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada capaian prestasi, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan kepribadian pesilat.
Ketua Bidang Prestasi PB ASAD, Eka Yulianto, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kurikulum ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pembinaan atlet masa kini yang semakin kompleks.
“Melalui musyawarah ini, kita ingin memastikan bahwa kurikulum yang disusun benar-benar mampu mengintegrasikan antara pembinaan prestasi, pendidikan akademik, serta pembentukan karakter. Pesilat ASAD tidak hanya dituntut berprestasi, tetapi juga memiliki akhlak, disiplin, dan wawasan yang luas,” ujar Eka Yulianto.
Ia juga menegaskan bahwa Boarding School dan Pondok Pesantren menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan yang kondusif dan terarah.
“Kita ingin mencetak pesilat yang tidak hanya unggul di gelanggang, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual. Oleh karena itu, pendekatan pendidikan berbasis pesantren menjadi salah satu kekuatan utama dalam sistem ini,” tambahnya.
Secara latar belakang, pengembangan kurikulum ini merupakan bagian dari komitmen PB PERSINAS ASAD dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet secara nasional. Dengan semakin tingginya tuntutan prestasi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional, diperlukan sistem pembinaan yang terstruktur, terukur, dan berkesinambungan.
Selain itu, penguatan nilai-nilai budaya dan spiritual dalam pencak silat juga menjadi perhatian utama, sejalan dengan upaya pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang telah diakui dunia.
Musyawarah ini menghasilkan sejumlah rumusan penting terkait struktur kurikulum, metode pembinaan, serta integrasi program pendidikan dan latihan yang akan diterapkan dalam Boarding School dan Pondok Pesantren ASAD ke depan.
Melalui kegiatan ini, PB PERSINAS ASAD berharap dapat melahirkan generasi pesilat yang tidak hanya berprestasi tinggi, tetapi juga berkarakter kuat, berakhlak mulia, serta mampu menjadi duta budaya bangsa di kancah nasional maupun internasional.


