Kontribusi PERSINAS ASAD dalam Dirgahayu Ke-78 IPSI, Dukung Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Jakarta — Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) genap berusia 78 tahun pada 18 Mei 2026. Momentum dirgahayu tahun ini mengusung tema “Pencak Silat Mendunia, Menuju Olimpiade” sebagai semangat bersama untuk membawa pencak silat semakin dikenal dan diakui di tingkat internasional.
Sebagai salah satu perguruan anggota IPSI sejak 1993, PERSINAS ASAD terus menunjukkan kontribusinya dalam pembinaan dan pengembangan pencak silat nasional. Peran tersebut diwujudkan melalui pembinaan pesilat berprestasi, pengkaderan pelatih dan wasit juri, pelatihan dokter pertandingan, hingga penyelenggaraan berbagai kejuaraan rutin di berbagai daerah.
Tak hanya fokus pada prestasi olahraga, PERSINAS ASAD juga aktif membangun karakter generasi muda melalui pembinaan 29 karakter luhur. Langkah itu menjadi bagian dari upaya menjaga nilai budaya dan filosofi pencak silat sebagai warisan bangsa Indonesia.
Komitmen tersebut turut diperkuat dengan pembangunan padepokan di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Padepokan PERSINAS ASAD di Kompleks Pondok Pesantren Minhaajurosyidiin, Jakarta Timur. Keberadaan padepokan itu dinilai menjadi simbol keseriusan pembinaan jangka panjang sekaligus dukungan terhadap cita-cita “Pencak Silat Mendunia, Menuju Olimpiade”.
Ketua Umum PB IPSI, Benny Gautama Sumarsono, sebelumnya pernah menyampaikan apresiasi terhadap kekuatan persaudaraan dan pembinaan yang dilakukan PERSINAS ASAD saat menghadiri MUNAS VI PERSINAS ASAD 2026.
Menurutnya, nilai kebersamaan, saling menghormati, dan saling menghargai menjadi fondasi penting bagi kemajuan pencak silat Indonesia.
“Keberadaan padepokan PERSINAS ASAD yang megah, indah, dan penuh ketenteraman dapat menjadi contoh dan inspirasi bahkan bagi IPSI sendiri. Kehadiran padepokan ini menunjukkan keseriusan perguruan dalam membangun persatuan dan pembinaan jangka panjang,” ujarnya.
Dalam bidang prestasi, PERSINAS ASAD juga menjadi salah satu perguruan yang konsisten menyumbang capaian membanggakan bagi IPSI di tingkat nasional maupun internasional.
Pada ajang PON XX Papua, misalnya, PERSINAS ASAD berhasil menjadi juara umum kategori perguruan anggota PB IPSI dengan raihan lima medali emas, satu perak, dan tiga perunggu.
Sejumlah pesilat PERSINAS ASAD seperti Eka Yulianto, Abdul Malik, dan Khoiruddin Mustaqim juga turut mencatatkan prestasi yang mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan.
Melalui kontribusi tersebut, PERSINAS ASAD menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kemajuan IPSI sekaligus memperkuat posisi pencak silat Indonesia agar semakin mendunia dan mampu menembus panggung Olimpiade.
