Sembilan Guru Madya PERSINAS ASAD Naik Tingkat Menjadi Guru Utama
Jakarta (17/10) – Sebanyak sembilan Guru Madya PERSINAS ASAD, yang telah menyandang sabuk coklat bintang dua, berhasil menyelesaikan ujian kenaikan tingkat dan resmi dinyatakan lulus sebagai Guru Utama dengan sabuk merah. Kenaikan tingkat ini menjadi momen bersejarah setelah 24 tahun perjalanan mereka sejak mengikuti pelatihan perdana di Pondok Pesantren Gading Mangu, Jombang, Jawa Timur, pada awal tahun 2000.
Ketua PB PERSINAS ASAD, Prof. Dedid Cahya Hapyanto, dalam sambutannya saat menutup acara ujian kenaikan tingkat pada Kamis (17/10), menyampaikan harapannya agar para Guru Utama yang baru ini dapat terus berkontribusi untuk membesarkan PERSINAS ASAD di wilayah masing-masing. “Pengetahuan yang telah didapatkan diharapkan dapat diimplementasikan dengan baik, sehingga membawa dampak positif bagi perkembangan pencak silat di daerahnya,” ujar Prof. Dedid.
Lebih lanjut, Prof. Dedid berharap agar para Guru Utama yang memiliki latar belakang kepelatihan atau wasit juri dapat terus mengembangkan keahliannya. “Dengan menjadi pelatih dan wasit juri profesional tersertifikasi, kontribusi mereka diharapkan semakin maksimal, baik dalam pengembangan organisasi maupun dalam pencetakan pesilat berprestasi yang berkarakter luhur,” tambahnya.
Prof. Dedid juga menekankan pentingnya peran Guru Utama dalam memperkuat kerukunan dan kekompakan antarperguruan. “Membangun silaturahmi, memperluas jaringan pertemanan, dan menjadi penengah yang baik adalah hal penting yang harus terus ditingkatkan,” katanya.
Menghadapi perkembangan zaman, Prof. Dedid juga mengingatkan pentingnya penerapan teknologi dalam dunia olahraga. “Kita sudah masuk era sport science, dan siapa yang tidak mengikuti perkembangan teknologi pasti akan tertinggal. Teknologi menjadi kunci agar kita bisa menjadi pemimpin di masa depan,” pungkasnya.

