PERSINAS ASAD

​Rampungkan Musprov , PERSINAS ASAD DIY Tancap Gas Susun Program Kerja Lewat Rakerprov 2026

​YOGYAKARTA – Menindaklanjuti kesuksesan Musyawarah Provinsi (Musprov) V yang digelar Mei lalu, Pengurus Provinsi (Pengprov) PERSINAS ASAD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) langsung bergerak cepat. Langkah strategis ini diawali dengan menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) pada Jumat (26/6/2026).

​Bertempat di Kompleks Grha Cendekia, Sambilegi, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, agenda penting ini dihadiri oleh jajaran pengurus pleno dan seluruh elemen Pengprov PERSINAS ASAD DIY.

​Dengan mengusung tema “Sinergi dalam Perencanaan, Prioritas dalam Pencapaian”, Rakerprov kali ini diproyeksikan mampu melahirkan program kerja yang konkret, progresif, dan mampu membawa organisasi melesat lebih tinggi.

​​Saat membuka acara, Ketua Pengprov PERSINAS ASAD DIY, H. Eko Budiyono, S.Pd., memberikan arahan yang tegas sekaligus membakar semangat para pengurus. Ia mengingatkan bahwa amanat yang diemban oleh setiap pengurus harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja yang nyata.

​”Saudara-saudara ini diberikan amanat menjadi pengurus PERSINAS ASAD DIY bukan hanya untuk identitas, melainkan harus bekerja sesuai biro masing-masing untuk membawa organisasi ini terbang lebih tinggi lagi,” tegas H. Eko Budiyono.

​Ia juga menginstruksikan seluruh biro untuk meningkatkan keaktifan, mempertajam fokus kerja, serta memperkuat koordinasi internal dan eksternal. Salah satu poin penting yang digarisbawahi adalah menjaga sinergi yang harmonis dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) serta seluruh insan pencak silat di wilayah DIY.

​​Sebagai salah satu perguruan besar, PERSINAS ASAD DIY terus meneguhkan komitmennya dalam dunia olahraga dan budaya. Tidak hanya fokus pada aspek fisik dan prestasi di gelanggang, organisasi ini juga menaruh perhatian besar pada pembentukan mental kepribadian para pesilat.

​Melalui program kerja yang dirumuskan dalam Rakerprov ini, PERSINAS ASAD DIY siap terus melahirkan pesilat-pesilat yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, tetapi juga memiliki karakter luhur (berakhlakul karimah) serta konsisten dalam melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya asli Indonesia.